Sisi Humanis Logan

1 komentar
Logan merupakan film terbaru dari MARVEL, yang mengisahkan tentang kehidupan Logan a.k.a Wolverine. Dari dulu sampai sekarang film Superhero yang membuat saya tertarik untuk menonton nya adalah cara penggambaran tokoh nya, beberapa film Superhero yang saya tonton dahulu terasa kurang pas karena dalam segi teknik animasi nya tidak bisa se "asik" membaca komik nya.

Tetapi dalam beberapa tahun belakangan ini film Superhero telah merebut hati para penontonnya dengan menampilkan sisi animasi yang pas dengan komik nya. Kenapa hal ini dibutuhkan? Karena menurut saya mutlak, bagian terpenting dari komik adalah hayalan,

Terbayang jaman dahulu sulit sekali membuat film "FLASH GORDON" karena efek animasi yang begitu terbatas maka menyulitkan Flash Gordon tampil sebagai Superhero. Tapi sekarang dapat dengan mudah digambarkan bagaimana planet tempat Thor terlahir. Atau bagaimana menggambarkan Green Lantern yang berkelana di luar bumi.

Logan, termasuk film yang saya tunggu, karena di sana hadir X-23 (Laura Kinney) yang merupakan klonning anak perempuan Wolverine. Selain digambarkan di komik Wolverine memiliki anak laki-laki Daken.

photo by google

Dikisahkan Wolverine sudah menjadi tua. Ternyata berkurang juga ke-mutant an Wolverine ketika menjadi tua, Jadi bertanya-tanya dimana Sabretooth saudara Wolverine.

Charles Xavier pun tidak bisa lagi mengontrol kekuatan telepati nya, Serangkaian kesulitan pun di hadapi oleh Wolverine dan Xavier dalam bertahan hidup. Dikisahkan bagaimana X-23 akhirnya dapat bertemu dengan Wolverine. Mungkin ini film Marvel yang sangat humanis tidak mutanis. Lebih menggambarkan bagaimana hubungan ayah kepada anak nya.




Kehadiran para mutant baru pun terasa kuirang mutant. Segera tonton dibioskop kesayangan anda, untuk para penggemar mutant mungkin film ini dapat dijadikan referensi kehidupan mutant. Alur cerita nya mengalir mudah tanpa banyak flash back. Film ini bisa dinikmati untuk yang tidak mengetahui asal-usul X-MEN sekalipun.

Selamat menonton!

Related Posts

1 komentar

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter